CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Followers

Assalamualaikum

untuk pengetahuan anda
segala posting yang di terbitkan di dalam blog ini
adalah sumber/artikel/cerita dari mailbox saya yang telah
dikongsi oleh rakan rakan group

jadi..janganlah anda menuduh saya mengambil,mengedit dan selain nya dari mana mana fakta
kerana niat saya hanya untuk berkongsi sumber/artikel/cerita
yang telah saya baca

harap maklum

ikhlas
sweetmiko

Selasa, 25 Januari 2011

WAKTU-WAKTU YANG MUSTAJAB


Oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih


Allah memberikan masing-masing waktu dengan keutamaan
dan kemuliaan yang berbeda-beda,diantaranya ada
waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk berdoa,
akan tetapi kebanyakan orang menyia-nyiakan kesempatan
baik tersebut. Mereka mengira bahwa seluruh waktu
memiliki nilai yang sama dan tidak berbeda. Bagi
setiap muslim seharusnya memanfaatkan waktu-waktu yang
utama dan mulia untuk berdoa agar mendapatkan
kesuksesan, keberuntungan,kemenangan dan keselamatan.
Adapun waktu-waktu mustajabah tersebut antara lain.

[1].    Sepertiga Akhir Malam
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwasanya
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. 
"Artinya : Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah
lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia
hingga tersisa sepertiga akhir malam, lalu berfirman ; barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya". [Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat bab Doa Nisfullail 7/149-150]

[2].    Tatkala Berbuka Puasa Bagi Orang Yang Berpuasa
Dari Abdullah bin 'Amr bin 'Ash Radhiyallahu 'anhu
bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda.   "Artinya : Sesungguhnya bagi orang
yang berpuasa pafa saat berbuka ada doa yang tidak
ditolak". [Sunan Ibnu Majah, bab Fis Siyam La Turaddu
Da'watuhu 1/321 No. 1775. Hakim dalam kitab Mustadrak
1/422. Dishahihkan sanadnya oleh Bushairi dalam
Misbahuz Zujaj 2/17].

[3].    Setiap Selepas Shalat Fardhu
Dari Abu Umamah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam ditanya tentang doa yang paling
didengar oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, beliau
menjawab. "Artinya : Di pertengahan malam yang akhir
dan setiap selesai shalat fardhu". [Sunan At-Tirmidzi,
bab Jamiud Da'awaat 13/30. Dishahihkan oleh Al-Albani
dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi 3/167-168 No. 2782].

[4].    Pada Saat Perang Berkecamuk
Dari Sahl bin Sa'ad Radhiyallahu 'anhu bahwa
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
"Artinya : Ada dua doa yang tidak tertolak atau jarang
tertolak ; doa pada saat adzan dan doa tatkala peang berkecamuk". [Sunan Abu Daud, kitab Jihad 3/21 No. 2540. Sunan Baihaqi, bab Shalat Istisqa' 3/360. Hakim dalam Mustadrak 1/189. Dishahihkan Imam Nawawi dalam Al-Adzkaar hal. 341. Dan Al-Albani dalam Ta'liq Alal Misykat 1/212 No. 672].

[5].    Sesaat Pada Hari Jum'at
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwa Abul Qasim Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. "Artinya : Sesungguhnya pada hari Jum'at ada satu saat yang tidak bertepatan seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan diberikan padanya, beliau berisyarat dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut". [Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat 7/166. Shahih Muslim, kitab Jumuh 3/5-6]

Waktu yang sesaat itu tidak bisa diketahui secara
persis dan masing-masing riwayat menyebutkan waktu
tersebut secara berbeda-beda, sebagaimana yang telah
disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 11/203.

Dan kemungkinan besar waktu tersebut berada pada saat
imam atau khatib naik mimbar hingga selesai shalat
Jum'at atau hingga selesai waktu shalat ashar bagi
orang yang menunggu shalat maghrib. (tambahan akob :
Dr Asri Zainul Abidin kata yg lebih tepat adalah
selepas solat asar sebelum maghrib ada satu ketika doa mustajab, maka perbanyakkanlah doa selepas solat asar hari ini.)

[6].   Pada Waktu Bangun Tidur Pada Malam Hari Bagi
Orang Yang Sebelum Tidur Dalam Keadaan Suci dan
berzikir kepada Allah.

Dari 'Amr bin 'Anbasah Radhiyallahu 'anhu bahwa
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. 
"Artinya :Tidaklah seorang  hamba tidur dalam keadaan
suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon
sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan
Allah akan mengabulkannya". [Sunan Ibnu Majah, bab Doa
2/352 No. 3924. Dishahihkan oleh Al-Mundziri 1/371 No.
595] Terbangun tanpa sengaja pada malam hari.[An
-Nihayah fi Gharibil Hadits 1/190]

Yang dimaksud dengan "ta'ara minal lail" terbangun
dari tidur pada malam hari.

[7].    Doa Diantara Adzan dan Iqamah
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu bahwa
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
"Artinya : Doa tidak akan ditolak antara adzan dan
iqamah". [Sunan Abu Daud, kitab Shalat 1/144 No. 521.
Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'waat 13/87. Sunan
Al-Baihaqi, kitab Shalat 1/410. Dishahihkan oleh
Al-Albani, kitab Tamamul Minnah hal. 139]

[8].    Doa Pada Waktu Sujud Dalam Shalat Dari Ibnu
Abbas Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda. "Artinya : Adapun pada
waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa sebab
saat itu sangat tepat untuk dikabulkan". [Shahih
Muslim, kitab Shalat bab Nahi An Qiratul Qur'an fi
Ruku' wa Sujud 2/48]
(Tambahan akob : Dalam Hadeeth yg lain ada sebut
Perbanyakkan Doa ketika sujud. Menurut Ustaz Rasul doa
ketika sujud boleh dilakukan mengikut bahasa Ibunda
sekiranya tak fasih bahasa Arab tapi tak boleh
dilafazkan. Minimal hanya menggerak-gerakkan bibir.)

Yang dimaksud adalah sangat tepat dan layak untuk
dikabulkan doa kamu.

[9].    Pada Saat Sedang Kehujanan
Dari Sahl bin a'ad Radhiyallahu 'anhu bahwasanya
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
"Artinya : Dua doa yang tidak pernah ditolak ; doa
pada waktu adzan dan doa pada waktu kehujanan".
[Mustadrak Hakim dan dishahihkan oleh Adz-Dzahabi
2/113-114. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul
Jami' No. 3078].
Imam An-Nawawi berkata bahwa penyebab doa pada waktu
kehujanan tidak ditolak atau jarang ditolak
dikarenakan pada saat itu sedang turun rahmat
khususnya curahan hujan pertama di awal musim. [Fathul
Qadir 3/340].

[10].    Pada Saat Ajal Tiba
Dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah mendatangi rumah
Abu Salamah (pada hari wafatnya), dan beliau
mendapatkan kedua mata Abu Salamah terbuka lalu beliau memejamkannya kemudian bersabda. "Artinya : Sesungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya'. Semua keluarga histeris. Beliau bersabda : 'Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, sebab para malaikat mengamini apa yang kamu ucapkan". [Shahih Muslim, kitab Janaiz 3/38]

[11].    Pada Malam Lailatul Qadar
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.
"Artinya : Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu
bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan
malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur
segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai
terbit fajar". [Al-Qadr : 3-5]

Imam As-Syaukani berkata bahwa kemuliaan Lailatul
Qadar mengharuskan doa setiap orang pasti dikabulkan.
[Tuhfatud Dzakirin hal. 56]

[12].    Doa Pada Hari Arafah
Dari 'Amr bin Syu'aib Radhiyallahu 'anhu dari bapaknya
dari kakeknya bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda. "Artinya : Sebaik-baik doa adalah
pada hari Arafah". [Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud
Da'waat 13/83. Dihasankan oleh Al-Albani dalam Ta'liq
alal Misykat 2/797 No. 2598]

Disalin dari buku Jahalatun nas fid du'a, edisi
Indonesia Kesalahan Dalam Berdoa, oleh Ismail bin
Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih, hal 181-189, terbitan
Darul Haq, penerjemah Zainal Abidin Lc



         
         

Tiada ulasan:

Catat Ulasan