CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Followers

Assalamualaikum

untuk pengetahuan anda
segala posting yang di terbitkan di dalam blog ini
adalah sumber/artikel/cerita dari mailbox saya yang telah
dikongsi oleh rakan rakan group

jadi..janganlah anda menuduh saya mengambil,mengedit dan selain nya dari mana mana fakta
kerana niat saya hanya untuk berkongsi sumber/artikel/cerita
yang telah saya baca

harap maklum

ikhlas
sweetmiko

Selasa, 8 Februari 2011

Setiap Orang Adalah Guru Kehidupan

Setiap Orang Adalah Guru Kehidupan




Sikap menghargai orang lain merupakan identitas seorang muslim, penghargaan yang tanpa melihat status, warna kulit, ataupun pekerjaan seseorang. Seorang yang mengakui dirinya muslim, wajib mau menghargai orang lain. Penghargaan itu harus hadir di atas keyakinan bahwa masing-masing orang memiliki kelebihan, dan tidak ada seorang pun di antara kita yang sanggup hidup, dan menyelesaikan tugas-tugas kehidupannya sendiri. Manusia adalah makhluk berjama’ah yang memerlukan kontribusi orang lain dalam hidupnya. Tetapi, seringkali penghargaan itu hilang dari diri kita, terhadap orang-orang yang selama ini ada disekitar kita, orang-orang yang banyak memberi kontribusi untuk kemudahan dalam hidup kita, justru karena mereka sering bersama kita.

Agar hal ini tidak lagi menjadi kebiasaan kita, maka ada persepsi-persepsi yang harus kita bangun, agar ketika kita memandang orang lain ada pemuliaan dan penghargaan yang membuat mereka layak menjadi bagian penting dalam hidup kita.

Setiap Orang Punya Perasaan yang Harus Dijaga

Manusia adalah makhluk yang tumbuh di dalam dirinya perasaan. Tak peduli seperti apa statusnya, seberapa usianya, dan bagaimana keadaannya, perasaan itu selalu ada dalam dirinya. Anak kecil punya perasaan sebagaimana orang dewasa pun mempunyai perasaan. Rakyat jelata pun memiliki perasaan sebagaimana juga penguasa maupun bangsawan. Dan kita, wajib memahami dan memaklumi perasaan itu agar bisa menghargai setiap orang yang kita hadapi.

Dalam konsep ‘hablum minannas’ yang diajarkan kepada kita, ada tujuan dan maksud yang sangat jelas bahwa kita perlu menjaga hubungan sesama manusia, selain menjaga hubungan baik dengan Dzat yang Maha Pencipta. Maknanya adalah, menjaga perasaan orang lain sama pentingnya dengan menjaga perasaan diri sendiri, karena Allah Ta’ala telah menjadikan manusia itu senang akan penghargaan, pujian, dan kelembutan tutur kata sebagaimana Allah Ta’ala berfirman, “Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Kerena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.” (QS. Ali Imran: 159).

Penghargaan terhadap perasaan orang lain tidak berarti kita harus selalu setuju dengan apa yang diucapkan atau yang dikerjakannya. Menghargai orang lain secara sederhana bisa dilakukan dengan mengatur dan memperbaiki tata cara kita mendengar, menanggapi, dan memberi perhatian terhadap apa yang diceritakan, dikerjakan atau yang diperankan orang tersebut.

Setiap Orang Adalah Guru Kehidupan

Dikehidupan ini, sesungguhnya hubungan kita dengan orang lain bukanlah sekedar interaksi dan pergaulan biasa. Tetapi kita hidup untuk saling berbagi, memberi, maupun menerima dalam hal apapun. Dalam kehidupan ini, sesungguhnya kita saling mengisi, saling mengajar untuk mencapai dan mendapatkan keadaan kita yang lebih baik, lebih sempurna, dan lebih bermartabat.

Dikehidupan ini kita sedang belajar banyak hal agar kita dapat menemukan kearifan. Berproses dan terus berproses, hingga kelak kita menjadi orang-orang yang bijak. Dan setiap orang yang kita temui adalah guru-guru kita yang akan mengajarkan sesuatu yang baik tentang makna kehidupan dan arti pergaulan. Karena itulah kita harus bisa menghargai siapa pun orang di dunia ini, termasuk orang-orang biasa yang setiap kita temui dengan peran-perannya yang sederhana. Termasuk orang-orang yang kadang-kadang kita pandang sebelah mata karena status dan pekerjaannya mungkin tak sepadan dengan kita.

Setiap orang adalah guru dalam kehidupan kita. Kita belajar darinya tentang pribadinya yang unik dan menarik, yang kadang tersembunyi atau sengaja kita sembunyikan karena hanya mau melihatnya dari sudut luar yang sempit, dari tubuhnya yang hanya dibalut dengan pakaian yang lusuh.

Jangan Abaikan Ucapan Terima Kasih

Manusia tidak akan pernah bisa hidup dengan mengerjakan segala sesuatunya dengan sendiri. Kita mesti memerlukan banyak bantuan orang lain, sekecil apapun bantuannya. Karena itu, kita harus pandai berterima kasih kepada “orang-orang kecil” yang hadir disekitar kita, membantu kita menyelesaikan tugas-tugas dan urusan-urusan kita.

Mengucapkan terima kasih adalah suatu penghargaan yang tulus kepada orang lain dan tidak dapat kita nilai dengan uang. Mengucapkan terima kasih tidaklah perlu memandang kepada siapa kita berterima kasih. Mungkin saja kita berterima kasih kepada orang lain yang mungkin status sosialnya jauh dibawah kita.

Ucapan terima kasih kita yang tulus, laksana air yang menyejukkan dahaga ditengah padang pasir. Ucapan terima kasih walaupun sepele, akan tetapi mengandung makna yang begitu besar. Seseorang yang mengucapkan terima kasih menunjukkan bahwa orang tersebut berbesar hati, mau memberikan penghargaan kepada lawan bicaranya. Ucapkan terima kasih kepada siapa pun yang telah membantu kita menyelesaikan tugas-tugas kita.

Ucapan terima kasih tentu patut kita layangkan kepada orang-orang yang kurang kita hargai selama ini, karena dengan begitu, maka secara otomatis kita telah berterima kasih kepada Allah Ta’ala.

Setiap Pribadi Adalah Penting dan Istimewa

Sesungguhnya setiap orang memanglah istimewa. Setiap orang memiliki kelebihan, dan karena itu kita saling mem*****kan. Dan karena itu pulalah, kita tidak boleh saling merendahkan. Kita diajarkan kalimat, “Jangan engkau rendahkan orang lain, kerena setiap sesuatu punya kelebihan dan keistimewaan.”

Sesekali mungkin kita perlu memerhatikan tukang sol sepatu, tukang reparasi payung, tukang jahit keliling, pemangkas rambut, yang sering menghampiri kita untuk menawarkan jasanya. Tangan-tangan mereka begitu lincah dan terampil, sehingga kita merasa nyaman dan percaya menggunakan jasa mereka. Tapi, orang-orang itu begitu sulit kita hargai. Kadang ketika kita memakai jasa seorang tukang sol sepatu, dengan begitu kejamnya kita menawar harga. Padahal, bisa jadi di hari itu, kita adalah pelanggan pertamanya setelah menempuh perjalanan yang teramat jauh. Sementara di rumahnya telah menunggu anak istri yang mem*****kan makanan dan pakaian.

Orang-orang itu adalah orang-orang istimewa. Mereka mampu mengerjakan sesuatu yang tidak dapat kita lakukan. Maka untuk menghargai mereka, tidak akan bisa jika kita tak pernah menganggapnya penting dan istimewa.

Orang-orang itu memang kecil secara pekerjaan, tapi istimewa dari sisi keahlian. Mereka ada disekitar kita, selalu bersama kita dengan tanpa pernah menuntut untuk dihargai, sebab mereka adalah orang-orang yang tahu diri, lebih dari kita. Akan tetapi interaksi dan kebersamaan kita dengan mereka, sudah seharusnya mendorong kita untuk pandai menghargai, memuliakan, dan menghormati, sebab tanpa kehadiran mereka mungkin tidak ada pekerjaan-pekerjaan berat yang bisa kita selesaikan, tak ada prestasi-prestasi hebat yang bisa kita capai.

Dirangkum dari Majalah Tarbawi Edisi 221 Th. 11, 11 Februari 2010 halaman 21-26

Tiada ulasan:

Catat Ulasan