CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Followers

Assalamualaikum

untuk pengetahuan anda
segala posting yang di terbitkan di dalam blog ini
adalah sumber/artikel/cerita dari mailbox saya yang telah
dikongsi oleh rakan rakan group

jadi..janganlah anda menuduh saya mengambil,mengedit dan selain nya dari mana mana fakta
kerana niat saya hanya untuk berkongsi sumber/artikel/cerita
yang telah saya baca

harap maklum

ikhlas
sweetmiko

Selasa, 26 Oktober 2010

Hati ibarat rumah


Hati ibarat rumah

Ada tiga macam rumah, Pertama Rumah raja, di dalamnya
ada simpanannya, tabungannya serta perhiasannya. Kedua
Rumah hamba, di dalamnya ada simpanan, tabungan dan
perhiasan yang tidak seperti yang dimiliki seorang
raja. Dan ketiga adalah Rumah kosong, tidak ada
isinya.

Jika datang seorang pencuri, rumah mana yang akan
dimasukinya?

Apabila anda menjawab, ia akan masuk rumah yang
kosong, tentu suatu hal yang tidak masuk akal, karena
rumah kosong tidak ada barang yang bisa dicurinya.

Karena itulah dikatakan kepada Ibnu Abbas Radhiallahu
'anhu, bahwa ada orang-orang Yahudi mengklaim bahwa di
dalam shalat, mereka 'tidak pernah terganggu', Maka
Ibnu Abbas berkata: "Apakah yang bisa dikerjakan oleh
syetan dalam rumah yang sudah rusak?"

Bila jawaban anda adalah: "Pencuri itu akan masuk
rumah raja." Hal tersebut bagaikan sesuatu yang hampir
mustahil, karena tentunya rumah raja dijaga oleh
penjaga dan tentara, sehingga pencuri tidak bisa
mendekatinya.

Bagaimana mungkin pencuri tersebut mendekatinya
sementara para penjaga dan tentara senantiasa siap
siaga di sekitar raja?

Sekarang tinggal rumah ketiga, maka hendaklah
orang-orang berakal memperhatikan permisalan ini
sebaik-baiknya, dan menganalogikannya (rumah) dengan
hati, karena inilah yang dimaksudkannya.

Hati yang kosong dari kebajikan, yaitu hati
orang-orang kafir dan munafik, adalah rumah setan,
yang telah menjadikannya sebagai benteng bagi dirinya
dan sebagai tempat tinggalnya. Maka adakah rangsangan
untuk mencuri dari rumah itu sementara yang ada
didalamnya hanyalah peninggalan setan, simpanannya dan
gangguannya? (rumah ketiga).

Hati yang telah dipenuhi dengan kekuasaan Allah
Subhanahu wa ta'ala dan keagungan-Nya, penuh dengan
kecintaanNya dan senantiasa dalam penjagaan-Nya dan
selalu malu darinya, Syetan mana yang berani memasuki
hati ini? Bila ada yang ingin mencuri sesuatu darinya,
apa yang akan dicurinya? (rumah pertama).

Hati yang di dalamnya ada tauhid Allah, mengerti
tentang Allah, mencintaiNya, dan beriman kepadaNya,
serta membenarkan janjiNya, Namun di dalamnya ada pula
syahwat, sifat-sifat buruk, hawa nafsu dan tabiat
tidak baik. Hati ini ada diantara dua hal. Kadang
hatinya cenderung kepada keimanan, ma'rifah dan
kecintaan kepada Allah semata, dan kadang condong
kepada panggilan syetan, hawa nafsu dan tabiat
tercela.(rumah kedua)
Hati semacam inilah yang dicari oleh syetan dan
diinginkannya. Dan Allah memberikan pertolongan-Nya
kepada yang dikehendakiNya. "Dan kemenanganmu hanyalah
dari Allah Yang Maha Perkasa lagi maha bijaksana."
(Ali Imran:126)

Syetan tidak bisa mengganggunya kecuali dengan senjata
yang dimilikinya, yang dengannya ia masuk dalam hati.
Di dalam hati seperti ini syetan mendapati
senjata-senjatanya yang berupa syahwat, syubhat,
khayalan-khayalan dan angan-angan dusta yang berada di
dalam hati.

Saat memasukinya, syetan mendapati senjata-senjata
tersebut dan mengambilnya serta menjadikannya menetap
di hati. Apabila seorang hamba mempunyai benteng
keimanan yang mengimbangi serangan tersebut, dan
kekuatannya melebihi kekuatan penyerangnya, maka ia
akan mampu mengalahkan syetan. Tiada daya dan kekuatan
kecuali dari Allah semata.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan